Membangun lapangan futsal bukanlah hal yang sederhana. Banyak orang berpikir cukup dengan menyiapkan lahan, memasang lantai sintetis, dan memasang gawang. Padahal, ada detail teknis yang jika diabaikan bisa membuat lapangan cepat rusak, tidak nyaman digunakan, bahkan merugikan pemilik usaha.
Dalam artikel ini, kita akan membahas 5 kesalahan umum dalam pembuatan lapangan futsal yang sering terjadi di Indonesia, serta bagaimana cara menghindarinya.
Pentingnya Membangun Lapangan Futsal dengan Standar Tepat
Lapangan futsal yang dibuat dengan standar benar akan memberikan banyak manfaat:
- Awet & Tahan Lama – Tidak cepat rusak meski dipakai intensif.
- Nyaman untuk Pemain – Mengurangi risiko cedera.
- Menguntungkan secara Finansial – Biaya perawatan lebih rendah.
- Meningkatkan Reputasi Bisnis – Fasilitas berkualitas akan menarik lebih banyak penyewa.
Kesalahan 1: Tidak Memperhatikan Kualitas Pondasi
Banyak kontraktor hanya fokus pada lantai sintetis atau rumput futsal, padahal pondasi adalah kunci utama.
- Pondasi yang tidak rata bisa menyebabkan lapangan miring.
- Retakan pada pondasi beton akan merembet ke lapisan atas.
- Tanah yang tidak dipadatkan bisa membuat lapangan amblas di beberapa titik.
Solusi:
Gunakan pondasi beton bertulang dengan ketebalan minimal 12–15 cm, dipadatkan dengan standar konstruksi.
Kesalahan 2: Salah Memilih Jenis Lantai
Lantai futsal tersedia dalam beberapa jenis: vinyl, interlock, karpet sintetis, atau rumput futsal. Kesalahan memilih lantai bisa berakibat fatal:
- Vinyl murah cepat sobek.
- Rumput futsal tanpa lapisan karet membuat pemain rawan cedera.
- Lantai interlock kualitas rendah bisa mengeluarkan suara berisik dan mudah lepas.
Solusi:
Pilih lantai sesuai kebutuhan dan standar. Misalnya, rumput sintetis berlapis shockpad untuk kenyamanan dan keamanan pemain.
Kesalahan 3: Pencahayaan yang Buruk
Banyak lapangan futsal indoor menggunakan pencahayaan seadanya. Akibatnya:
- Pemain sulit melihat bola di sudut lapangan.
- Bayangan lampu mengganggu pandangan.
- Konsumsi listrik tidak efisien.
Solusi:
Gunakan lampu LED high bay 100–150 watt dengan tata letak merata. Ikuti standar pencahayaan minimal 300 lux untuk lapangan futsal.
Kesalahan 4: Tidak Memperhatikan Sistem Drainase
Untuk lapangan outdoor, drainase adalah hal wajib. Banyak lapangan cepat rusak karena:
- Air menggenang setelah hujan.
- Permukaan licin sehingga membahayakan pemain.
- Lantai lapangan jadi mudah berlumut.
Solusi:
Buat sistem drainase keliling lapangan dengan kemiringan 1–2%. Pastikan air mengalir keluar lapangan dengan lancar.
Kesalahan 5: Mengabaikan Standar Keamanan
Lapangan futsal yang bagus tidak hanya nyaman, tapi juga aman. Kesalahan yang sering terjadi adalah:
- Tidak ada bantalan di dinding atau pagar samping.
- Jarak antara garis lapangan dengan pagar terlalu sempit.
- Permukaan lantai terlalu licin.
Solusi:
- Tambahkan padding di dinding & tiang gawang.
- Sisakan ruang minimal 1 meter antara garis lapangan dan pagar.
- Gunakan lantai dengan lapisan anti-slip.
Estimasi Biaya Pembuatan Lapangan Futsal
Biaya tergantung material & lokasi, tetapi rata-rata:
- Pondasi & beton: Rp 50–70 juta.
- Lantai sintetis/rumput futsal: Rp 120–180 juta.
- Pencahayaan: Rp 20–40 juta.
- Aksesoris (net, gawang, pagar): Rp 15–25 juta.
Hindari Kesalahan, Bangun Lapangan Futsal Berkualitas
Membangun lapangan futsal membutuhkan perencanaan matang. Dengan menghindari 5 kesalahan di atas, Anda bisa memiliki lapangan yang awet, nyaman, dan aman.
Jika Anda sedang merencanakan pembangunan atau renovasi lapangan futsal, jangan ragu untuk bekerja sama dengan kontraktor berpengalaman seperti Texmura, yang sudah menangani ratusan proyek lapangan olahraga di seluruh Indonesia.
👉 Ingin membangun lapangan futsal dengan standar internasional? Hubungi Texmura sekarang dan dapatkan konsultasi gratis!