Lapangan tenis adalah aset berharga bagi sekolah, klub olahraga, maupun pemilik properti pribadi. Namun, seiring waktu, lapangan bisa mengalami kerusakan jika tidak dirawat dengan baik. Retakan kecil, lapisan cat yang memudar, hingga permukaan yang licin adalah masalah umum yang sering terjadi. Artikel ini akan membahas panduan lengkap perawatan lapangan tenis agar selalu dalam kondisi prima, tahan lama, dan nyaman digunakan.
Mengapa Perawatan Lapangan Tenis Penting?
Perawatan bukan hanya menjaga penampilan, tetapi juga:
- Meningkatkan kenyamanan bermain – pemain tidak terganggu oleh permukaan licin atau tidak rata.
- Mencegah cedera – permukaan yang rusak dapat menyebabkan kaki terpeleset atau tersandung.
- Memperpanjang umur lapangan – biaya perawatan rutin lebih murah dibanding renovasi total.
- Meningkatkan nilai fasilitas – lapangan yang terawat baik menambah prestise bagi klub, sekolah, atau kompleks olahraga.
Jenis Permukaan Lapangan Tenis & Karakteristiknya
Sebelum merawat, penting memahami jenis permukaan lapangan karena tiap jenis butuh perawatan berbeda.
1. Lapangan Hard Court (Beton/Akrilik)
- Permukaan keras, biasanya dilapisi cat akrilik.
- Umur pakai panjang, tapi bisa retak jika tidak dirawat.
2. Lapangan Clay (Tanah Liat)
- Digunakan di banyak turnamen Eropa.
- Membutuhkan penyiraman dan perataan rutin.
3. Lapangan Rumput
- Cepat dan nyaman, tetapi biaya perawatan tinggi.
- Harus sering dipangkas dan diairi.
4. Lapangan Karpet/Sintetis
- Fleksibel dan mudah dipasang.
- Perlu perawatan kebersihan rutin.
Tips Perawatan Harian Lapangan Tenis
Perawatan harian akan membuat lapangan selalu siap digunakan.
1. Membersihkan Debu & Daun
- Gunakan blower atau sapu halus untuk membersihkan permukaan.
2. Mengecek Genangan Air
- Pastikan tidak ada air yang mengendap karena dapat merusak permukaan.
3. Menutup Lapangan Saat Tidak Dipakai
- Gunakan penutup (cover) khusus terutama untuk lapangan outdoor.
Perawatan Mingguan & Bulanan
Selain perawatan harian, jadwal mingguan/bulanan juga penting.
1. Pencucian Ringan
- Gunakan air bertekanan rendah untuk menghilangkan noda atau lumut.
2. Mengecek Garis Lapangan
- Periksa apakah cat garis sudah pudar. Jika ya, lakukan pengecatan ulang.
3. Mengecek Jaring & Tiang Net
- Pastikan net tidak kendur dan tiang kokoh.
Perawatan Tahunan: Renovasi & Recoating
Minimal sekali dalam 2–3 tahun, lapangan tenis perlu recoating atau peremajaan lapisan.
1. Recoating Permukaan
- Menambahkan lapisan akrilik baru untuk memperbaiki warna dan daya cengkeram.
- Menggunakan teknologi seperti SigmaTurf Acrylic Surfacing bisa membuat lapangan lebih awet.
2. Perbaikan Retakan
- Retakan kecil harus segera diperbaiki sebelum semakin lebar.
3. Renovasi Menyeluruh
- Jika permukaan sudah aus total, lakukan penggantian lapisan secara menyeluruh.
Standar ITF (International Tennis Federation) agar artikel lebih kredibel.
Tips Merawat Lapangan Indoor vs Outdoor
- Indoor: lebih minim paparan cuaca, cukup pembersihan rutin.
- Outdoor: rawan lumut, genangan, dan sinar UV → butuh recoating lebih sering.
Kesalahan yang Harus Dihindari
- Tidak membersihkan lapangan setelah hujan.
- Menggunakan bahan kimia keras untuk pembersihan.
- Mengabaikan retakan kecil.
- Membiarkan rumput/akar tumbuh di sekitar permukaan.
Estimasi Biaya Perawatan Lapangan Tenis
- Perawatan harian: relatif murah, hanya tenaga kerja.
- Pengecatan ulang garis: Rp 5–10 juta/lapangan.
- Recoating akrilik: Rp 30–60 juta tergantung ukuran.
- Renovasi penuh: bisa mencapai Rp 100 juta+.
Rawat Lapangan, Nikmati Permainan
Merawat lapangan tenis adalah investasi jangka panjang. Dengan perawatan yang tepat, lapangan akan selalu nyaman, aman, dan menarik secara visual. Jika Anda ingin lapangan tenis Anda awet dan sesuai standar internasional, bekerja sama dengan kontraktor berpengalaman seperti Texmura adalah pilihan terbaik. 👉 Ingin lapangan tenis Anda selalu prima? Hubungi Texmura sekarang untuk konsultasi gratis dan solusi perawatan profesional!